blogdetik.com Daftar Blog

Kageri.blogdetik.com

  • Home
  • SAYA
  • Subscribe By RSS
You are here : Kageri.blogdetik.com
Featured News
MRT dan Aturan Ruang Bawah Tanah

MRT dan Aturan Ruang Bawah Tanah

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo belum memutuskan kelanjutan proyek Mass Rapid Transit (MRT). Masih pusing. Lobi ke Kementerian Keuangan agar ...

Lelaki di Tepi Danau

Lelaki di Tepi Danau

Setibanya di pinggir danau, lelaki itu bergegas duduk di atas bebatuan. Di depannya, sejajar perahu kayu tampak terapung-apung. Namun, bola ...

Menelusuri Jejak PD II ke Morotai (1)

Menelusuri Jejak PD II ke Morotai (1)

Hari masih pagi buta. Habis makan sahur, saya dan teman-teman yang ikut menteri PDT ke Maluku Utara menaiki mobil ke ...

Uitstekend! Belanda Memang Luar Biasa

Uitstekend! Belanda Memang Luar Biasa

Menyimak hasil survei Gallup World Poll, yang menyatakan bahwa Belanda adalah negara dengan penduduk paling bahagia sedunia, siapa yang tidak ...

Matt Soemopawiro, Fotografer Keturunan Suriname

Matt Soemopawiro, Fotografer Keturunan Suriname

Perawakannya yang mirip orang Asia timur membuat tidak gampang percaya kalau ia adalah keturunan masyarakat Jawa di Suriname. Namun, berulangkali ...

Feb 06

Naik Kopaja Rp 8.500

Published By kageri under Traffic    

e5f32478d1d30ba72f6e3fb4afb03945_kopaja

Ini nasib sial karena kebodohan, tapi juga karena sistem pembayaran sarana angkutan di DKI Jakarta yang belum tertata.

Saya naik Kopaja P 20 AC Rabu (6/2/2013) rute Lebak Bulus-Senen. Itu, lho, bus kota baru yang berpendingin udara.

Bus itu tarifnya Rp 5.000 sekali naik. Sejak beberapa waktu lalu, bus ini diperbolehkan masuk ke jalur Bus TransJakarta oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Jadi, di lajur khusus tersebut, penumpang bisa naik dan turun, laiknya naik TransJ. Sedangkan di luar busway, Kopaja akan melayani penumpang seperti Kopaja ‘rongsokan’ lainnya.

Nah, bagi yang naik melalui halte busway, tarifnya Rp 5.000. Ada dua tiket di loket TransJ, yakni tiket Kopaja dan TransJ. Tinggal pilih mau naik yang mana.

Tiket Kopaja eksekutif itu, bisa untuk naik TransJ. Jadi, kalau Anda naik Kopaja dari jalur biasa, terus turun di halte untuk sambung ke koridor lainnya, penumpang tak dipungut bayaran lagi.

Nah, yang masalah kalau ada penumpang bertiket TransJ, tapi salah naik Kopaja, yang tiketnya lebih mahal Rp 1.500. Itu lah yang saya alami.

Awalnya keneknya diam. Saya juga tenang-tenang saja menikmati AC bus yang (tak) dingin. Lalu, si kenek mengicrik-icikkan uang di tangannya, tanda meminta ongkos. Dalam hati, oh masih harus bayar.

Saya rogoh Rp 10.000. Saya pikir si kenek minta tambah Rp 1.500. Ternyata yang dikembalikan hanya Rp 5.000. Jadi total ongkos yang dikeluarkan untuk naik bus sekali jalan itu Rp 8.500. Sama kayak tarif Bekasi-Jakarta.

Penumpang di sebelah saya, yang sama-sama naik dari Halte TransJ, juga begitu. Ditarik juga Rp 5.000 lagi. Sama, kita bingung. Tapi juga nggak mampu berkata apa-apa.

“Ya sudah lah. Pengalaman pertama naik Kopaja AC.” Tulis saja nanti siapa tahu ada pembaca yang ingin naik Kopaja eksekutif itu. Jadi tidak mengalami nasib seperti sial seperti saya.hehe.

Ilustrasi:http://www.rmol.co

No Comments
Jan 07

Capres Iklan

Published By kageri under Politik    

73ee1cced1d7ef295c01a217bdf11635_karikatur_pemilu

Banyak yang memprediksi tahun 2013 akan menjadi tahun politik. Sudah pasti betul. Karena, 2014 adalah tahun diselenggarakannya pemilu. Jadi sebetulnya tidak usah diprediksi pun sudah tentu politik akan panas di tahun ular air ini.

Jangankan tahun 2013, sejak pemilu 2009 berakhir pun, sejumlah tokoh sudah mulai muncul atau didorong-dorong untuk menjadi calon presiden. Waktu berjalan, semakin banyak saja figur-figur yang ‘njedul’ itu. Sebagian, bahkan sudah ‘mendeklarasikan’ diri sebagai capres.

Bahkan, sejak saat itu pula, mereka-mereka itu menggeber pencalonan presiden dengan iklan-iklan di televisi/koran/radio dsb. Iklannya secara tersamar atau terang-terangan. Tersamar maksudnya, tak langsung menyebut dirinya capres.

Misalnya iklan dalam rangka hari-hari besar tertentu. Mengucapkan selamat biasanya. Ini unik. ‘Modusnya’, si capres tak langsung menampakkan diri dari awal. Di hari ibu kemarin, ada iklan capres menampilkan adegan ibu nganter anaknya sekolah. Sempat menonton tidak?

Si anak akan ujian ceritanya. Saat hendak mengerjakan soal, si anak sadar pensilnya ketinggalan. Si ibu pun demikian. Tahu pensil anaknya tertinggal di rumah, si ibu tergopoh-gopoh kembali ke sekolah. Siapa coba yang tak terharu dengan kisah ibu itu? Ditambah lagi musiknya yang mendayu-dayu.

Nah, di tengah rasa haru pemirsa terhadap ibu-ibu di iklan itu, tiba-tiba muncullah seorang tokoh yang sedang mencapreskan itu. Entah apa dampaknya terhadap popularitas capres tersebut. Tapi, modus itu seringkali dipakai dalam iklan.

Tapi, ada juga capres yang langsung terang-terangan beriklan. Bahkan, iklan itu tak berisi promosi lagi bahwa dirinya akan menjadi capres. Isinya seolah-olah dia sudah menjadi presiden. Bayangkan, tokoh itu sudah berada di tengah-tengah masyarakat. Dielu-elukan. Beri bantuan ke sana-kemari.

Bagi capres yang punya televisi, tentu ia dapat beriklan semau-maunya, sebanyak-banyaknya. Tanpa bayar. Tapi anehnya, banyak capres yang tak punya televisi iklannya juga terus-terusan. Berapa miliar saja dihabiskan untuk beriklan dini itu? Belum lagi nanti kalau dia sudah resmi jadi capres.

Ilustrasi:sidik-rizal.blogspot.com

1 Comments
Jan 02

MRT dan Aturan Ruang Bawah Tanah

Published By kageri under SideStory    

73ce94ef1892e1ae38a93eef2a2b1981_mrt-jakarta

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo belum memutuskan kelanjutan proyek Mass Rapid Transit (MRT). Masih pusing. Lobi ke Kementerian Keuangan agar tiket MRT dibantu subsidi belum tembus.

Meski katanya sudah digagas sejak tahun 1980, pembangunan MRT banyak centang perenangnya. Ternyata pula, peraturan gubernur tentang pemanfaatan ruang bawah tanah baru keluar 1 Oktober 2012 yang lalu.

Pergub DKI Jakarta No 167 Tahun 2012 tentang ruang bawah tanah itu masih ditandatangani oleh Fauzi Bowo, gubernur lama. 1 Oktober itu berarti waktu antara dia kalah pilkada putaran kedua sampai menjelang pelantikan Jokowi.

MRT atau gorong-gorong raksasa membutuhkan aturan ruang bawah tanah. Definisi ruang bawah tanah: ruang di bawah permukaan tanah yang menjadi tempat manusia beraktivitas.

Ruang bawah tanah itu terbagi menjadi dua: dangkal dan dalam. Dangkal sama dengan ruang di bawah permukaan tanah sampai dengan kedalaman 10 meter.

Di ruang bawah tanah dangkal ini antara lain boleh untuk pembangunann MRT, parkir/pondasi gedung, jalan, perdagangan (mall) dan jasa.

Kedua, ruang bawah tanah dalam. Ini ruang bawah tanah yang kedalamannya melampaui 10 meter. Ruang itu untuk pembangunan MRT, jalan, pondasi gedung. Tak diatur untuk perdagangan/jasa.

Pergub DKI Jakarta itu juga tak mengatur ruang bawah tanah di bawah permukaan tanah milik perseorangan/warga. Bolehkah kita, misalnya, membikin bunker di bawah rumah? Atau ‘meningkat’ rumah ke bawah, ke dalam tanah.

Atau bagaimana bila MRT/gorong-gorong/jalan mengambil jalur di bawah rumah warga? Ini bukan soal teknis, tapi aturan & hak atas ruang bawah tanah. Sampai sejauh mana kita mempunyai hak atas tanah di bawah kita.

2 Comments
Jul 27

Membuat Kapal Tetap Berlayar di Selat Sunda

Published By kageri under SideStory    

10ba37f16c98decacc6c3470fb237564_img_1153

Minggu lalu saya menyeberang ke Lampung untuk liputan. Ada beberapa hal yang saya dapati terkait  antrean Pelabuhan Merak. Seperti di banyak berita, pemerintah berdalih antrean padat itu membuat  Jembatan Selat Sunda sepanjang 29 Km perlu dibangun.

Namun, sebelum melangkah lebih jauh, harus digarisbawahi dulu bahwa antrean panjang itu ternyata hanya  ada di Pelabuhan Merak. Sementara di Bakauheni Lampung, ketika saya bepergian pada 18 Juli 2012 lalu sangat sepi.

Catatan lagi, jangan dibandingkan kemacetan pelabuhan dengan kemacetan ‘edisi’ lebaran. Di mana-mana  sudah pasti macet kalau lebaran, karena peningkatan volume orang dan kendaraan. Kemacetan di Merak juga  lebih banyak terjadi di luar musim pulang kampung.

Setiap hari, Merak berdesak-desakan. Mobil pribadi hampir selalu beradu dengan truk. Mobil yang  saya tumpangi harus meliuk-liuk mencari jalan di tengah lautan truk besar-besar yang begitu banyaknya.

c83eb4cd5c1e58b9df2c203776e24651_img_1133

Merak, seperti kata orang penyeberangan, adalah pelabuhan di dalam bukit. Lahan parkirnya sangat  sempit. Beda dengan Bakauheni yang mampu memuat 3.000 kendaraan. Sempitnya parkir di Mereak adalah  alasan pertama pelabuhan itu padat. Sedikit saja truk-truk masuk langsung luber.

Akses ke Merak adalah tol, yang menyebabkan kendaraan begitu cepat tiba di pelabuhan. Jarak antara  pelabuhan dengan Jakarta juga boleh dibilang dekat, sehingga truk-truk asal asal Sumatera pulangnya  cepat.

Bandingkan dengan truk dari Jawa yang menuju ke Padang, Medan, bahkan Aceh. Bisa seminggu atau dua  minggu kemudian mereka baru kembali ke Bakauheni.

Kedua, di Merak, dari lima dermaga yang ada, nyaris cuma dua yang sibuk. Kapal ferry katanya lebih suka  bersandar di dua dermaga itu karena ada pemecah ombak. Sehingga tidak oleng ketika bersandar.

Seringkali, kapal ferry yang berangkat dari empat dermaga di Bakauheni disusutkan menjadi dua dermaga  saat bersandar di Merak. Otomatis bongkar muat pun menjadi panjang dari selling time sekitar 4 jam dalam sekali perjalanan kapal ferry.

ece998f1a267c7993a3c230555ee681a_img_1157

Di Merak, ada praktek ‘nembak’. Siapa yang mau duluan menyeberang, bisa bayar uang ke petugas: Rp 150  ribu. Ini dari pengakuan para sopir. Namun, demikian belakangan praktek itu sudah agak hilang.

Faktor ketiga penyebab Merak macet adalah jumlah kapal. Jumlahnya tidak tambah-tambah dari dulu. Saya  pernah ikut sidak Kementerian Perhubungan tahun 2008 lalu. Saat itu jumlah kapal yang ready sekitar 19  setiap hari, itu pun ada kalanya yang harus doking. Sampai tahun 2012 ini, jumlah kapal itu masih sama.

Jadi menurut saya, Merak harus direvitalisasi. Tapi pemerintah selalu saja lambat bergerak. Rencana  penambahan dermaga menjadi enam kalau tidak salah sudah dibahas di Kantor Wakil Presiden tahun  2009/2010 lalu. Namun, nyatanya sampai sekarang belum juga dibangun.

Jumlah kapal juga harus ditambahi di jalur pelayaran Merak-Bakauheni. Ada yang bilang, uang Rp 1  triliun untuk studi kelayakan pembangunan Jembatan Selat Sunda sebetulnya bisa untuk beli delapan  kapal.

8afb04f4d5e157dbbb9b835a7f0181bf_img_1190

Tidak salah memang kalau ada yang berpendapat Merak dibiarkan overload supaya Jembatan Selat Sunda dibangun. Sebab revitaliasasi pelabuhan itu sangat mungkin dilakukan dibandingkan membangun  jembatan yang di level perencanaan saja terjadi ribut terus antar pemerintah.

Tapi Presiden SBY agaknya tetap ngotot jembatan Selat Sunda itu tetap mulai dibangun pada 2014 mendatang,  sebelum dia lengser. Jembatan itu potensial mematikan penyeberangan Merak-Bakauheni 10-15 tahun  mendatang.

Ada ancang-ancang Lampung mau pindahkan pelabuhan ke Kuta Agung karena ada jembatan nantinya. Tapi apa tetap  laku? Jaraknya juga makin jauh.

Itu tadi sekilas tentang kondisi Merak-Bakauheni. Saya berharap ada  formula supaya kapal-kapal itu tetap bernapas meski ada jembatan. Supaya kebaharian kita tidak hilang.

f60bfe3a7a1363bc309659bd2ff03e2b_jembatanselatsunda5

No Comments
Jul 02

Menelusuri Jejak PD II ke Morotai (2)

Published By kageri under SideStory    

f09909b9ef0b0f7e6d0917b47a2fd051_morotai-us-army-landingMorotai dalah kabupaten di Maluku Utara, yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik. Ombak lautnya ganas! Morotai punya 30 pulau terpencil. Sebagian tak berpenghuni. Listrik byarpet 300 kali dalam sebulan.

Pulau itu berpenduduk 50 ribu orang. Mencar-mencar di berbagai pulau. Ada pulau Koloray hanya dihuni 300 orang. Luasnya paling sekompleks Monas. Diyakini di Morotai masih ada suku Moro yang ghaib. Mereka menjelma menjadi pohon dan binatang. Beberapa orang penduduk mengaku sempat bertemu suku itu.

Memang Morotai pulau yang sepi dan misterius. Tapi siapa sangka pulau dengan jarak 3000 Km dari Jakarta itu menyimpan cerita sejarah PD II.

Adalah bala tentara Jepang yang menyulap Morotai menjadi basis militer tahun 1943. Lalu mereka digempur pasukan sekutu, gabungan AS dan Australia. Sekutu di bawah komando jenderal legendaris Douglas McArthur membuat pangkalan militer di Morotai untuk menyerang Jepang di Filipina.

Menurut cerita, tahun 1943-1945, datang 200 ribu tentara sekutu di Morotai. Ramai sekali. Pesawat tempur hilir mudik dari landasan pitoe strep (7 baris). Saking hiruk pikuknya pulau kecil itu pada PD II, sampai-sampai orang Morotai menyebut Morotai masa lalu adalah Jakarta masa kini. Mereka bangga dengan itu.

PD II usai, sekutu pergi dari Morotai. Mereka meninggalkan bangkai-bangkai tank, kapal, pesawat, senjata, rudal, dan lain-lain. Kecuali mess yang dibakar habis. Bangkai-bangka alutsista sekutu dan Jepang itu masih berserakan sampai saat ini, di darat dan laut Morotai. Sebagian disimpan di museum yang tak layak.

Masih ada bekas pemandian jenderal McArthur di Morotai. Juga semacam bungalow di pulau Zum-zum yang dipakainya untuk menyusun strategi perang.

Cerita menarik ketika tentara Jepang Taruo Nakamura tak mau menyerah saat pulau Morotai jatuh ke tangan sekutu. Ia berlari ke hutan. Nakamura ditemukan dalam keadaan masih hidup 30 tahun kemudian setelah PD II selesai.

Ia bersembunyi di sebuah goa selama tiga dekade itu. Tahun 1974 itu, Nakamura, yang aslinya berdarah Taiwan, dibawa pulang ke Jepang. Serdadu itu meninggal 5 tahun kemudian akibat penyakit kanker.

Puluhan tahun berlalu, keluarga tentara sekutu dan Jepang banyak yang berdatangan ke Morotai. Mereka mencari makam/benda-benda peninggalan kakek buyutnya.

Muhlis Eso, penunggu museum (baca gubuk) PD II di Morotai cerita ada orang australia yang nasibnya baik menemukan NRP ayahnya di museum. Bule itu Menangis. Tapi, dengan lapang dada, ia menyerahkan NRP itu untuk tetap disimpan di Morotai.

Sail Morotai 2012 ini seperti megeembalikan kenangan PD II. Akan datang kapal AS dan berbagai negara. Warga morotai menyambut gmbira. Siapa pun yg datang ke Morotai pasti merasa ingin kembali lagi. Karena riwayat sejarah dan keindahan di tengah keterpencilan pulau itu.

Foto: http://www.pacificwrecks.com

1 Comments
Older Posts »
Latest Articles On Politik
Capres Iklan

Capres Iklan

Posted On Senin, Januari 7th 2013  

Banyak yang memprediksi tahun 2013 akan menjadi tahun politik. Sudah pasti betul. Karena, 2014 adalah ...

TTS Mr A

TTS Mr A

Posted On Senin, Juni 6th 2011  

Pernah main teka-teki silang (TTS)? Saya yakin siapa pun Anda pasti pernah. Pasti ada pula ...

Kesehatan Presiden

Kesehatan Presiden

Posted On Jumat, Mei 20th 2011  

Duet pemimpin RI hari-hari terakhir ini disibukkan dengan urusan kesehatan. Presiden SBY, yang sebelumnya digosipkan ...

  • Web Site Hit Counter
    Free Web Counter

  • KALENDER
    Mei 2013
    S S R K J S M
    « Feb    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • DBLOGGER

  • UPDATE
    • Naik Kopaja Rp 8.500
    • Capres Iklan
    • MRT dan Aturan Ruang Bawah Tanah
    • Membuat Kapal Tetap Berlayar di Selat Sunda
    • Menelusuri Jejak PD II ke Morotai (2)
    • Komplein ke Dirut TransJ
    • Tsunami
    • Lelaki di Tepi Danau
    • Tiket Rp 200 Ribu
    • Menelusuri Jejak PD II ke Morotai (1)
    • Bertemu Prof Janet Steele
    • Koran Cepat Detikcom
    • Cinta Kantor Lama
    • Uitstekend! Belanda Memang Luar Biasa
    • TTS Mr A
  • TEMA
    • Film & Buku
    • Hukum
    • Jurnalistik Online
    • Merdeka Selatan
    • Pedestrian
    • Politik
    • SideStory
    • Traffic
  • Indonesia Berprestasi
  • Protected by Copyscape Plagiarism Checker