Pemindahan Patung Obama Solusi untuk Akhiri Kontroversi

8 Feb 2010

Patung Obama Kecil (Dok detikcom)

Patung Obama Kecil (Dok detikcom)

“Kalau bisa jalan, itu patung sudah ada di sana (SD 01 Menteng). Kita perlu waktu. Tapi sebelum yang bersangkutan (Obama) datang, kita sudah pindahkan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke dengan canda khasnya, Jumat, pekan lalu.

Akhirnya, patung Obama kecil nan kontroversial itu akan dipindahkan ke SD 01 Menteng, tempat Obama kecil pernah belajar. Patung yang terbuat dari perunggu tersebut telah hampir 2 bulan berdiri di Taman Menteng, Jakarta Pusat.

Patung ini digagas oleh Ron Muller, yang mengaku sebagai teman Barry, panggilan Barack Obama waktu kecil. Dengan membuat patung tersebut, Ia ingin kalangan muda Indonesia terinspirasi untuk menjadi orang hebat.

“Setiap anak bisa mewujudkan mimpinya. Bayangkan orang yang kecilnya pernah hidup di Indonesia kini bisa menjadi presiden di negara terkuat di dunia (Amerika Serikat),” ucap Muller saat peresmian patung setinggi 110 Cm itu pada 10 Desember tahun lalu.

Namun, kecaman yang diterima Muller datang tiada henti sejak patung seharga Rp 100 juta tersebut berdiri. Lha wong pahlawan nasional saja tidak dihargai, ini, kok, orang asing dipuja-puja sampai ‘dipatungkan’? Begitu kurang lebihnya.

Cara-cara untuk memprotes keberadaan patung itu pun tidak main-main. Adalah Heru Nugrono, yang memelopori penolakan dan meminta agar patung Obama kecil diturunkan. Dia mencari dukungan membuat grup di situs jejaring sosial Facebook, menyurati gubernur, bahkan menggugat Bang Kumis hingga ke pengadilan.

Setelah beberapa waktu sempat meredup, patung Obama kembali menjadi obrolan ketika Obama yang asli berencana datang ke Indonesia pada pertengahan Maret mendatang. Bertepatan dengan itu, Pemprov DKI akan memindahkan patung tersebut ke bekas sekolah Barry.

Kebijakan Pemprov ini merupakan solusi terbaik yang menurut saya akan mampu mengakhiri kontroversi mengenai patung Obama. Adanya protes terhadap patung itu menunjukkan bahwa simbol-simbol menyangkut Obama belum dapat diterima publik secara lebih luas. Di mata masyarakat Indonesia, sosok Obama masih sekontroversial patungnya itu sendiri.

Penguasa negara super power tersebut memang pernah tinggal di Jakarta, yang membuat adanya rasa kebanggaan. Namun, Obama tidak (atau belum) mempunyai jejak yang sadar dalam sejarah makro Indonesia seperti halnya pahlawan nasional. Dari perspektif ini, bisa dipahami bahwa penghargaan kepada Obama melalui patung merupakan lompatan yang terlalu jauh.

Namun, berbeda dengan suasana psikologis di SD 01 Menteng dimana para alumni, guru, dan murid-murid yang lebih mempunyai rasa memiliki terhadap Obama. ‘Dunia luar’ tidak akan mengugat, karena hal itu adalah urusan yang bersifat khusus bagi keluarga besar SD tersebut. Pemasangan patung Obama di sekolahan itu tentu juga akan membuat suasana reuni antara Obama dan kawan-kawannya lebih berkesan.


TAGS


-

Author

Search

Recent Post