Malaysia Tak Cukup Hanya Ditegur

16 Aug 2010

Foto: www.testq.com

Foto: www.testq.com

Kasus penangkapan 3 pengawas Perikanan Satker Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh Marine Police Malaysia sungguh peristiwa yang membuat gusar. Polisi Diraja Malaysia telah melanggar batas wilayah karena masuk ke perairan RI. Tidak cuma itu, mereka melakukan penangkapan terhadap WNI.

Polisi Malaysia menangkap orang asing bukan di wilayah hukumnya sendiri. Sungguh berani mereka masuk ke wilayah RI tanpa izin sekaligus ‘menculik’ WNI untuk dijadikan ‘tawanan’ (jangan-jangan nanti diklaim lagi?haha). Dua tembakan juga sempat meletup dari kapal patroli Malaysia itu saat hendak melakukan penangkapan.

Urusan masih panjang lagi. Kekurangajaran kapal patroli Malaysia itu terkait dicokoknya sejumlah nelayan Malaysia yang mencari ikan di perairan Bintan, Kepulauan Riau, oleh KKP. Ini berdasarkan kronologi yang disampaikan Polda Kepri. Jika itu benar, maka polisi Malaysia telah melindungi warganya yang nyolong ikan di laut Indonesia.

Tidak masuk akal pengakuan para nelayan Malaysia bahwa mereka tanpa sengaja menerjang batas wilayah RI. Bagaimana mungkin alat navigasi mereka tidak berfungsi, sementara cuaca tidak sedang buruk? Lagi pula, sudah banyak kasus pencurian ikan yang terungkap dilakukan nelayan Malaysia. Sepanjang tahun 2009, diketahui kapal pencari ikan Malaysia dan China melanggar batas sebanyak 14 kali.

Sementara menyangkut aparat keamanan Malaysia, peristiwa terakhir tercatat sebagai arogansi mereka untuk kesekian kalinya di wilayah teritorial Indonesia. Kita tentu masih ingat pelanggaran wilayah serupa oleh Malaysia di perairan Ambalat, timur pulau Kalimantan, beberapa waktu lalu. Saat itu, kapal perang Malaysia masuk ke wilayah RI, meski akhirnya berhasil diusir.

Namun, kejadian di perairan Kepri pada Jumat (13/8) malam lalu bisa jadi merupakan pelanggaran paling serius yang dilakukan Malaysia di antara kasus yang pernah ada. Sekali lagi, mereka masuk ke laut Indonesia, menangkap WNI di luar wilayah Malaysia, serta patut diduga kuat mem-backing-i para nelayan negeri jiran pencuri ikan.

Sebuah pelanggaran kedaulatan atas wilayah RI yang sangat berat. Menariknya, hal ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Indonesia merayakan kedaulatannya (baca: kemerdekaan) ke-65 pada Selasa (17/8) besok. Karena itu, Saya pikir otoritas Malaysia secara tidak langsung telah melakukan pelecehan terhadap RI dalam soal hubungan bilateral/internasional.

Pemerintah RI melalui menteri KP Fadel Muhammad menyatakan akan segera mengirim teguran atau nota diplomatik kepada Malaysia. Kedua, 3 Pegawai KKP yang ‘ditawan’ Malaysia secepatnya pula akan dipulangkan. Pemerintah Indonesia juga akan meminta Malaysia tidak mengulangi kejadian serupa di masa depan. Presiden sendiri meminta kasus ini diselesaikan secara baik-baik, sehingga tidak terjadi ketegangan baru dengan Malaysia. Ia juga meminta agar ke-3 WNI itu bisa diselamatkan.

Namun, melihat fakta-fakta pelanggaran Malaysia di atas, sepertinya tidak cukup apabila Malaysia hanya diberi teguran diplomatik saja. RI bisa mengangkat masalah ini ke luar dari hubungan bilateral antar kedua negara. Kongkretnya, Indonesia harus berani mengadukan tindakan Malaysia itu ke forum-forum internasional, seperti ASEAN atau paling tinggi ke PBB.

Menurut berbagai sumber, Malaysia tidak hanya sering berkonflik dengan Indonesia dalam urusan batas wilayah atau yang menyangkut perbatasan. Negeri Najib Razak itu juga bersengketa dengan negara-negara lain yakni lain Singapura, Thailand, serta Filipina. Maka, seharusnya negara-negara ASEAN bisa lebih solid untuk menyelesaikan masalah dengan Malaysia ini.

Khusus untuk Indonesia, jika benar terbukti bersalah, tentu Malaysia bisa dikenai saksi keras oleh badan internasional tersebut. Dengan demikian, Malaysia akan jera dalam upaya mereka melakukan ekspansi ke wilayah RI. Tekanan internasional akan lebih berdampak bagi Malaysia dibanding hanya dengan upaya diplomatik kedua negara. Apalagi, RI selama ini terhitung sangat lemah berhadapan dengan Malaysia dalam kasus-kasus perbatasan itu.


TAGS


-

Author

Search

Recent Post