Putaran Ilegal Terowongan Manggarai

24 Sep 2010

img00268-20100924-08331

Sudah umum diketahui bahwa keberadaan putaran di jalan raya seringkali menjadi biang kemacetan. Contohnya di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Beberapa putaran di jalan protokol itu selalu menjadi titik kemacetan.

Dalam suasana lalu lintas yang ramai, kendaraan akan mengantre untuk berputar arah. Antrean mobil-mobil itu akan menyebabkan perjalanan kendaraan lainnya terhalangi. Macet pun tidak bisa terhindarkan lagi.

Namun, putaran di Jl HR Rasuna Said masih tergolong tertib dengan rambu-rambu jalan yang terpampang jelas. Selain itu, tiap terjadi puncak kemacetan, selalu ada polisi yang menjaganya. Keberadaan mereka sedikit membantu mencairkan lalu lintas.

Tapi bagaimana bila putaran tersebut ‘ilegal’? Terlebih, letaknya betul-betul tidak strategis dan membuat keadaan jalan makin semrawut. Tidak ada rambu atau bahkan petugas yang bisa mencegah pengendara untuk melaluinya.

Sebenarnya, di sini saya cuma bermaksud berbagi foto iseng saja untuk menggambarkan keadaan terakhir itu. Foto di atas adalah suasana di terowongan kereta api Manggarai, Jakarta Selatan (Jaksel). Foto diambil pada 23 September lalu.

Terlihat seorang pengendara sepeda motor memanfaatkan celah sempit yang berada di pembatas jalan untuk berputar arah. Lubang yang sesungguhnya tidak berfungsi sebagai putaran itu ada dua, satu di mulut terowongan, satunya lagi di ujung.

Aksi biker yang berputar arah di lokasi terlarang itu menambah lalin bertambah padat. Tanpa perbuatan biker tersebut saja kendaraan harus merangkak pelan ketika memasuki terowongan. Sebab, sebelum terowongan, ada pertemuan lalu lintas dari dua arah.

Alangkah baiknya bila celah yang hanya bisa dilalui sepeda motor itu ditutup. Kendaraan yang ingin berputar harus berjalan agak jauh, misalnya sampai pertigaan depan pom bensin Manggarai. Bila kebijakan itu diterapkan, niscaya kemacetan lalu lintas di terowongan Manggarai akan sedikit banyak berkurang.


TAGS


-

Author

Search

Recent Post