Polisi yang Ditilang Kok Sedikit?

13 Dec 2010

Awal Desember yang lalu, Dirlantas Polda Metro Jaya merilis data hasil Operasi Zebra Jaya sepanjang tahun 2010. Selain masyarakat umum, aparat kepolisian pun tidak luput terjaring razia.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Royke Lumowa mengatakan polisi tetap profesional dalam melakukan tindakan. Meski sesama polisi, bila melanggar, ya, harus ditilang. Semua sama di mata hukum.

“Saya justru sama anggota mengapresiasi yang nilang sesama anggota yang melanggar. Saudara saya saja bisa ditilang, kok. Yang penting anggota santun, tanpa komplain masyarakat,” ucap Royke (detikcom, 1 Desember 2010).

Memang, seperti halnya aparat penegak hukum lainnya yang dijatuhi hukuman ketika berbuat menyeleweng, tindakan yang dilakukan Dirlantas patut diacungi jempol. Tapi rasa-rasanya, penegakan hukum di kalangan internal polisi sendiri belum optimal. Bahkan, tampak sebagai pencitraan saja.

Selama operasi berlangsung dari tanggal 8 November hingga 01 Desember 2010, terjaring sebanyak 92.282 pelanggar. Dari jumlah itu, sebanyak 78.882 kasus memang sudah ditargetkan, dan 19.400 merupakan penindakan di luar target.

Lalu, dari puluhan ribu pelanggaran itu, terbesar dilakukan oleh pengendara sepeda motor (66.555 kasus), dan angkutan umum menempati peringkat kedua (18.443 kasus). Angkutan barang berada di urutan ketiga (4.208 kasus) dan kendaraan pribadi 9.076 kasus.

Berapa jumlah polisi yang kena tilang? Hanya 10 hingga 20 orang dari 66.555 kasus itu. Ya, bisa saja hal itu terjadi karena Pak Polisi kita tertib dan bersih, sehingga tidak banyak pelanggaran yang terjadi. Namun, kenyataan yang ada di lapangan sangat berbeda.

Saya memang tidak mengantongi bukti-bukti yang bisa dijadikan contoh banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh aparat di jalan raya. Namun, beberapa kali terlihat polisi tidak tertib dalam berkendara, terutama mereka yang menggunakan sepeda motor.

Jenis pelanggaran itu, dalam jenis tertentu, tidak jauh berbeda dengan pelanggaran yang dilakukan masyarakat umum. Misalnya saja tidak pakai spion, atau ada spion tapi tidak ada kacanya. Lalu, putar arah atau berbelok di tempat yang terlarang, serta melanggar marka jalan.

Pelanggaran yang dilakukan bukan di jalan-jalan kampung, melainkan di jalan protokol seperti Jl Jenderal Sudirman. Karena itu, semakin banyak polisi yang terjaring razia justru semakin bagus. Sehingga Pak Polisi yang ‘nakal’ tersebut kembali tertib. Kalau tertib, pasti masyarakat juga akan menjadikannya contoh.


TAGS


-

Author

Search

Recent Post