Di Restoran Kampung Laut

5 Apr 2011

_pst0051

Wakil Presiden Boediono seringkali berkunjung ke daerah dalam satu hari alias “pulang hari” (ini istilah biro pers Istana Wapres). Bahkan, Pak Boed bisa tak sampai satu jam berada di daerah tertentu, setelah itu kembali ke Jakarta.

Singkatnya kunjungan Pak Boed ke daerah membuat perjalanan rombongan berjalan cepat. Saking cepatnya, kadang-kadang untuk, maaf, kencing saja tidak sempat. Terpaksa, deh, menahan kencing berlama-lama sambil harus tetap memantau kegiatan Wapres.

Nah, hari Sabtu 26 Maret yang lalu, Pak Boed berkunjung ke Kota Atlas, Semarang, Jawa Tengah. Di kota tersebut, ia membuka kegiatan pramuka di Universitas Negeri Semarang (Unnes), yang terletak di bukit Gunung Pati. Rombongan RI-2 ini datang pagi dan dijadwalkan kembali ke Jakarta pukul 11.00 WIB.

Namun, staf Pak Boed rupanya tahu apa yang menjadi keluh kesah selama ini. Makanya, saat acara di Unnes selesai sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan tidak buru-buru naik ke pesawat menuju Jakarta. Sebuah tempat yang eksotis menjadi tujuan untuk mampir melepas lelah dan lapar: Restoran Kampung Laut di Pantai Utara Semarang.

Sejak masuk ke kawasan restoran tersebut, pengunjung disambut oleh semilir angin pantai. Lalu ketika menginjakkan kaki di pintu gerbangnya, bangunan-bangunan dari kayu nan indah segera menyita perhatian. Ada banyak gubuk-gubuk tempat untuk makan di restoran yang cukup luas tersebut. Semuanya berdiri di atas air laut.

Tidak seperti biasanya, wartawan mendapatkan tempat duduk yang spesial. Di atas meja panjang itu, tertera kertas segitiga yang berisi nama-nama media. Antara lain: detikcom, Republika, Kompas, Elshinta dan seterusnya. Kertas itu ditata berjejer sangat rapi. Selama ini, format tempat duduk seperti itu hanya untuk Pak Boed dan kalangan pejabat inti saja atau VIP.

Lalu, datanglah orang yang tak dikira-kira, Pak Boed. Ia duduk di depan persis para wartawan. Di samping kanannya ada Menpora Andi Mallarangeng, Wakil Menteri Bappenas, dan Jubir Wapres Yopie Hidayat. Sedangkan di samping kirinya adalah Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dan di paling ujung tampak Kapolda Jawa TengahIrjen Edward Aritonang.

Wah, seketika belasan wartawan yang diajak meliput kegiatan RI-2 di Semarang tampak kikuk ketika Pak Boed duduk menghadap wartawan. Sekalipun Pak Andi berusaha menyantaikan suasana, namun rasa sungkan masih saja terlihat. Maklum, harus jaga image kala makan di depan petinggi negara, meski rasa lapar sudah tidak bisa dibohongi lagi.

Pak Boed sendiri tampak santai menyantap ikan goreng serta hidangan laut lainnya yang tersaji di atas meja. Ia juga sering mempersilakan wartawan agar mengambil aneka hidangan yang ada. “Ayo, Dik, kepitingnya dimakan,” kata Pak Boed. “Iya, Pak,” jawab wartawan dengan tidak segera mencicipi makanan yang tampak lezat dan menggoda selera tersebut.

“Kok, makannya cuma nasi?” tanya Pak Boed lagi kepada teman Republika ketika melihat piring yang ada di depan wartawati berjilbab tersebut.

Tidak hanya makan, santap siang itu diisi juga dengan obrolan-obrolan ringan dengan Pak Boed dan Pak Andi. Terus terang, bagi wartawan, kesempatan berbicara secara dekat dengan Wapres lebih penting dari pada makan. Namun, diskusi lebih banyak tentang acara yang baru saja selesai dibuka wapres di Unnes, yakni tentang pramuka yang akan direvitalisasi. Pak Andi paling semangat ngomong tentang pramuka, karena revitalisasi itu adalah program kerja kementeriannya.

“Adik-adik dulu ikut pramuka juga?” tanya Pak Boed.

Mengalirlah cerita-cerita tentang pramuka tempo dulu, yang pernah diikuti oleh generasi Pak Boed serta para wartawan. Pramuka tenggelam sejak era reformasi bergulir. Pak Boed usul adanya pembimbing- pembimbing baru yang bisa mendidik kepramukaan. Pembimbing itu tidak lain adalah guru sekolah di mana para anggota pramuka belajar.

Semua bebas berbicara di meja makan. Namun, acara santap siang ini tetap dijaga ketat oleh aparat Paspampres di segala sudut. Kira-kira 30 menit santap siang berlangsung. Pak Boed tidak banyak makan. Lalu, ia memesan teh panas kepada pelayan sambil sesekali menimpali Pak Andi yang dominan berbicara tentang Pramuka.

“Tahun ini bisa, ya,” ucap Pak Boed memberi target revitalisasi pramuka itu sudah bisa menampakkan hasilnya akhir tahun 2011.

Acara santap siang itu ditutup Pak Andi dengan jumpa pers mengenai kongres PSSI di Pekanbaru, Riau. Setelah itu, rombongan menuju ke Bandara Ahmad Yani untuk terbang kembali ke Jakarta.

Foto: Setwapres


TAGS


-

Author

Search

Recent Post