
Menyimak hasil survei Gallup World Poll, yang menyatakan bahwa Belanda adalah negara dengan penduduk paling bahagia sedunia, siapa yang tidak iri? Apalagi bagi masyarakat dengan kondisi keamanan negaranya yang terganggu oleh aksi-aksi terorisme atau konflik bersaudara. Mereka yang hidup di negara kurang seberuntung Belanda mungkin selalu membatin, \”Ah, andai Aku hidup seperti di negara itu\”.
Belanda juga nangkring di 10 besar negara paling atas dalam banyak hal. Negeri kincir angin itu adalah negara keenam yang paling nyaman dihuni (UNDP, 2009), pengekspor hasil pertanian nomor 3 terbesar di dunia sepanjang 2003-2004 dengan nilai ekspor mencapai US$ 19,780 juta (Maps of World), nomor delapan negara paling layak untuk kehidupan kaum ibu (Savethechildren, 2011), dan lain-lain.
Terlepas ada atau tidaknya akar gejolak sosial-politik di dalam perjalanan sejarahnya, atau peristiwa traumatis yang membuat sebuah negara mampu bangkit 180 derajat, contohnya Jepang pasca bom Hiroshima dan Nagasaki, Belanda memang pantas menyandang predikat-predikat itu. Berabad-abad lamanya mereka membangun peradaban hingga mencapai kemajuan, yang sejatinya tidak cuma terlihat saat ini saja, sebab, di abad ke-16 pun, Belanda telah menjadi pusat kebudayaan dan ekonomi dunia.
Peradaban maju negara kecil di belahan barat benua eropa tersebut dibangun dengan apa yang dinamakan pendidikan, dengan huruf \”P\” besar. Sudah sejak lama Belanda menyadari hal ini, tercatat Belanda mendirikan universitas pertama kali tahun 1575. Dan, tanpa harus menciptakan simbol-simbol abstrak misalnya hari pendidikan nasional, pendidikan di Belanda berkembang pesat dari waktu ke waktu, serta reputasinya diakui oleh masyarakat internasional.
Pendidikan di Belanda sangat berorientasi kepada pemecahan masalah yang dihadapi oleh masyarakatnya sehari-hari melalui dua jenis pendidikan tinggi yang dikembangkan, yaitu universitas berbasis riset serta serta universitas berbasis ilmu terapan. Dari kedua jenis pendidikan itu, tercipta berbagai temuan hebat di bidang teknologi, energi terbarukan, kedokteran, perairan, dan arsitektur. Hasil-hasil kegiatan akademik benar-benar diterapkan untuk menyelesaikan berbagai problem di Belanda, tidak cuma menumpuk di rak-rak perpustakaan.
Karena itu, bila di Jakarta permasalahan menurunnya ketinggian tanah hanya sekadar menjadi paper seminar, perdebatan di media, bahkan ke sampai di pengadilan, tidak demikian dengan Belanda. Belanda, negara dengan posisi tanah berada 6 meter lebih rendah dari permukaan laut, mampu mewujudkan bangunan tanggul yang mempunyai panjang 17.000 Km atau kira-kira sama panjangnya dengan tembok raksasa (the great wall) di China. Pendidikan di Belanda juga ditujukan untuk membuat kehidupan masyarakatnya makin mudah dan berkualitas.
Tidak hanya untuk warganya sendiri, Belanda membagikan ilmu dan keberhasilan pendidikannya kepada negara lain. Sampai saat ini, Belanda mempunyai 14 universitas riset dan 40 universitas ilmu-ilmu terapan dengan 1.400 program menggunakan Bahasa Inggris. Mereka pun merancang pendidikan yang cukup terjangkau bagi para mahasiswa asing. Belanda tertinggi ketiga dalam hal keterjangkauan pendidikan tinggi berdasarkan laporan yang disusun The Educational Policy Institute (EPI) tahun 2005.
Demikianlah negeri yang terkenal dengan sepeda onthelnya tersebut. Namun, di tengah berbagai pencapaiannya itu, masyarakat Belanda mempunyai moto yang cukup menarik: tidak perlu membesar-besarkan diri. Karenanya, hanya satu kata yang pantas untuk menggambarkan Belanda: \”uitstekend\” atau…luar biasa!
Tulisan untuk kompetiblog2011/studidibelanda











mungkin memang disana Indah dan aman tapi aku lebih cina negeriku meski hendak ditukar dengan tinggal disana takkan kulakukan
aku palinh ingin lihat tulip ama kincir angin pasti exciting banget
Kita perlu proaktif dalam membangun dan memperbaiki kondisi bangsa ini.
Mereka pun pasti berpikir demikian.
Tidak hanya menunggu jatuhnya “durian”. Tetapi memikirkan solusi dan menjalankan aksinya.
Kiranya kita masih NATO, no action talk only.
Mari proaktif, mulai dari hal yang kecil, seperti buang sampah di tempat yang disediakan.
Salam.
This is very viable to buy graduate thesis referring to this topic in the thesis writing service peculiarly if people not have time.
improved search engine ranking seo website promotion backlink service backlinks to my site
Opting for the experienced essay paper writing service you can buy college papers online. Furthermore, you will relieve your pain acting in such a way.
Aw, this was a really nice post. In idea I would like to put in writing like this additionally - taking time and actual effort to make a very good article but what can I say I procrastinate alot and by no means seem to get something done.