Menelusuri Jejak PD II ke Morotai (2)

2 Jul 2012

f09909b9ef0b0f7e6d0917b47a2fd051_morotai-us-army-landingMorotai dalah kabupaten di Maluku Utara, yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik. Ombak lautnya ganas! Morotai punya 30 pulau terpencil. Sebagian tak berpenghuni. Listrik byarpet 300 kali dalam sebulan.

Pulau itu berpenduduk 50 ribu orang. Mencar-mencar di berbagai pulau. Ada pulau Koloray hanya dihuni 300 orang. Luasnya paling sekompleks Monas. Diyakini di Morotai masih ada suku Moro yang ghaib. Mereka menjelma menjadi pohon dan binatang. Beberapa orang penduduk mengaku sempat bertemu suku itu.

Memang Morotai pulau yang sepi dan misterius. Tapi siapa sangka pulau dengan jarak 3000 Km dari Jakarta itu menyimpan cerita sejarah PD II.

Adalah bala tentara Jepang yang menyulap Morotai menjadi basis militer tahun 1943. Lalu mereka digempur pasukan sekutu, gabungan AS dan Australia. Sekutu di bawah komando jenderal legendaris Douglas McArthur membuat pangkalan militer di Morotai untuk menyerang Jepang di Filipina.

Menurut cerita, tahun 1943-1945, datang 200 ribu tentara sekutu di Morotai. Ramai sekali. Pesawat tempur hilir mudik dari landasan pitoe strep (7 baris). Saking hiruk pikuknya pulau kecil itu pada PD II, sampai-sampai orang Morotai menyebut Morotai masa lalu adalah Jakarta masa kini. Mereka bangga dengan itu.

PD II usai, sekutu pergi dari Morotai. Mereka meninggalkan bangkai-bangkai tank, kapal, pesawat, senjata, rudal, dan lain-lain. Kecuali mess yang dibakar habis. Bangkai-bangka alutsista sekutu dan Jepang itu masih berserakan sampai saat ini, di darat dan laut Morotai. Sebagian disimpan di museum yang tak layak.

Masih ada bekas pemandian jenderal McArthur di Morotai. Juga semacam bungalow di pulau Zum-zum yang dipakainya untuk menyusun strategi perang.

Cerita menarik ketika tentara Jepang Taruo Nakamura tak mau menyerah saat pulau Morotai jatuh ke tangan sekutu. Ia berlari ke hutan. Nakamura ditemukan dalam keadaan masih hidup 30 tahun kemudian setelah PD II selesai.

Ia bersembunyi di sebuah goa selama tiga dekade itu. Tahun 1974 itu, Nakamura, yang aslinya berdarah Taiwan, dibawa pulang ke Jepang. Serdadu itu meninggal 5 tahun kemudian akibat penyakit kanker.

Puluhan tahun berlalu, keluarga tentara sekutu dan Jepang banyak yang berdatangan ke Morotai. Mereka mencari makam/benda-benda peninggalan kakek buyutnya.

Muhlis Eso, penunggu museum (baca gubuk) PD II di Morotai cerita ada orang australia yang nasibnya baik menemukan NRP ayahnya di museum. Bule itu Menangis. Tapi, dengan lapang dada, ia menyerahkan NRP itu untuk tetap disimpan di Morotai.

Sail Morotai 2012 ini seperti megeembalikan kenangan PD II. Akan datang kapal AS dan berbagai negara. Warga morotai menyambut gmbira. Siapa pun yg datang ke Morotai pasti merasa ingin kembali lagi. Karena riwayat sejarah dan keindahan di tengah keterpencilan pulau itu.

Foto: http://www.pacificwrecks.com


TAGS


-

Author

Search

Recent Post