Capres Iklan

7 Jan 2013

73ee1cced1d7ef295c01a217bdf11635_karikatur_pemilu

Banyak yang memprediksi tahun 2013 akan menjadi tahun politik. Sudah pasti betul. Karena, 2014 adalah tahun diselenggarakannya pemilu. Jadi sebetulnya tidak usah diprediksi pun sudah tentu politik akan panas di tahun ular air ini.

Jangankan tahun 2013, sejak pemilu 2009 berakhir pun, sejumlah tokoh sudah mulai muncul atau didorong-dorong untuk menjadi calon presiden. Waktu berjalan, semakin banyak saja figur-figur yang ‘njedul’ itu. Sebagian, bahkan sudah ‘mendeklarasikan’ diri sebagai capres.

Bahkan, sejak saat itu pula, mereka-mereka itu menggeber pencalonan presiden dengan iklan-iklan di televisi/koran/radio dsb. Iklannya secara tersamar atau terang-terangan. Tersamar maksudnya, tak langsung menyebut dirinya capres.

Misalnya iklan dalam rangka hari-hari besar tertentu. Mengucapkan selamat biasanya. Ini unik. ‘Modusnya’, si capres tak langsung menampakkan diri dari awal. Di hari ibu kemarin, ada iklan capres menampilkan adegan ibu nganter anaknya sekolah. Sempat menonton tidak?

Si anak akan ujian ceritanya. Saat hendak mengerjakan soal, si anak sadar pensilnya ketinggalan. Si ibu pun demikian. Tahu pensil anaknya tertinggal di rumah, si ibu tergopoh-gopoh kembali ke sekolah. Siapa coba yang tak terharu dengan kisah ibu itu? Ditambah lagi musiknya yang mendayu-dayu.

Nah, di tengah rasa haru pemirsa terhadap ibu-ibu di iklan itu, tiba-tiba muncullah seorang tokoh yang sedang mencapreskan itu. Entah apa dampaknya terhadap popularitas capres tersebut. Tapi, modus itu seringkali dipakai dalam iklan.

Tapi, ada juga capres yang langsung terang-terangan beriklan. Bahkan, iklan itu tak berisi promosi lagi bahwa dirinya akan menjadi capres. Isinya seolah-olah dia sudah menjadi presiden. Bayangkan, tokoh itu sudah berada di tengah-tengah masyarakat. Dielu-elukan. Beri bantuan ke sana-kemari.

Bagi capres yang punya televisi, tentu ia dapat beriklan semau-maunya, sebanyak-banyaknya. Tanpa bayar. Tapi anehnya, banyak capres yang tak punya televisi iklannya juga terus-terusan. Berapa miliar saja dihabiskan untuk beriklan dini itu? Belum lagi nanti kalau dia sudah resmi jadi capres.

Ilustrasi:sidik-rizal.blogspot.com


TAGS


-

Author

Search

Recent Post