• 25

    Jul

    Punya Mata Nggak? Masih Merah, Noh!

    Baru saja saya menulis salah satu contoh buruknya perilaku penduduk Jakarta di jalan, terutama di lampu merah, eh, ada lagi kasus lain. Memang, jenis pelanggaran lalin di Jakarta teramat banyak. Namun, kejadian yang saya saksikan terakhir bukan hanya main serobot, tapi sudah perilaku tidak terpuji. Tindakan yang dilakukan pengendara motor itu bahkan bisa dikatakan kriminal. Beruntung ia hanya kena makian saja. Kali ini TKP-nya di lampu merah Tugu Tani, Jakarta Pusat, tepatnya di lampu merah dari arah Kwitang. Menjelang siang itu, Jumat (16/7/201), lalin masih padat, sehingga kendaraan menumpuk di traffic light. Motor dan mobil pribadi mengantre menunggu lampu berwarna hijau tanda boleh berjalan. Di tengah penantian, seorang pengendara motor, yang terjepit di tengah mobil di sisi kiri-ka
    Read More
  • 18

    Jul

    Masih 21 Detik!

    Rasa-rasanya kesabaran para pengendara motor di Jakarta terus menipis (atau bahkan hilang, ya?). Padahal, semakin tidak sabar berlalulintas di Ibu Kota, makin dekatlah ia dengan malapetaka. Kemarin, Sabtu (17/7/2010), saya kebetulan lewat di Jl Pemuda, Rawa Mangun, Jakarta Timur (Jaktim). Tepatnya di lampu merah dekat Plaza Arion, hati saya benar-benar prihatin sekaligus geram melihat ulah salah satu penunggang motor. Saat itu, indikator lampu merah menunjukkan angka 21 detik lagi, waktu yang masih cukup lama untuk giliran melintas. Namun, biker tersebut nekad membelah jalan yang masih menjadi hak kendaraan dari arah lain. Alhasil, lalu lintas yang ramai menjadi tambah kacau. Suara klakson bersahutan. Tidak hanya itu, biker laki-laki tersebut telah membahayakan diri sendiri karena nyari
    Read More
  • 15

    May

    Macet Ala Pantura di Jakarta

    Foto: Dok Detikcom Kemacetan parah yang melanda sekujur Jakarta dari sore hingga malam, Jumat (14/5/2010), kemarin, mengingatkan kembali akan cerita yang sama pada bulan November tahun lalu. Bedanya, kalau dulu saya menjadi korban, kali ini saya beruntung bisa ’selamat’ sampai tujuan. Serupa dengan hari ini, macet edisi tahun lalu itu terjadi pada hari Jumat, 19 November 2009. Kemacetan juga dipicu oleh turunnya hujan lebat yang mengguyur Ibu Kota sehingga menimbulkan genangan air di mana-mana. Jadi di sini saya menemukan tesis baru: bila hari Jumat turun hujan, niscaya Jakarta akan macet total!hehe Namun, sepertinya kemacetan yang saya alami dulu itu lebih parah dibandingkan sekarang. Sampai- sampai ada pramudi bus TransJakarta berseloroh dengan menyebut kemacetan Jakart
    Read More
  • 25

    Feb

    Dan Batu Itu Memecah Kaca Busway...

    Dok detikcom Bus TransJakarta atau busway kembali membuat berita. Dan peristiwa terakhir ini agaknya tercatat sebagai penyerangan pertamakali terhadap bus TransJ. Rabu (24/2/2010) pagi kemarin, sebuah TransJ koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas 2) tengah melintas di bilangan Warung Buncit, Jakarta Selatan, ke arah Mampang. Laju bus yang mulus tiba-tiba harus berhenti karena adanya benda keras yang membentur kaca bagian depan. Kaca itu pun nyaris pecah berantakan. Sang pramudi, yang mendapati kendaraannya dilempar batu oleh seseorang langsung turun dari bus. Ia tampak mencari-cari si pelaku pelemparan. Beberapa supir bus TransJ yang berada di belakang pun ikut turun dan membantu, begitu pula para sopir bus serupa yang mengarah ke Ragunan. Namun, siapa tangan jahil yang melemparkan batu itu ti
    Read More
  • 19

    Feb

    "Masa Mau Masuk Nggak Boleh?"

    Ilustrasi (Dok Detikcom) Bus TransJakarta atau busway tidak hanya unik diamati dari jenis moda transportasi itu sendiri, tapi juga penumpangnya. Tiap hari, puluhan ribu penumpang memanfaatkan jasa bus tersebut untuk bermobilitas. Tentu saja, mereka mempunyai perilaku dan karakter beragam saat naik bus yang mulai dioperasikan tahun 2004 silam itu. Ekepresi mereka dalam menyikapi pelayanan bus sangat berbeda-beda, mulai dari diam saja hingga ngamuk-ngamuk sendiri. Untuk yang terakhir itu, ini contohnya: Kamis (18/2/2010), pagi, hujan turun sangat deras. Sekitar pukul 06.30 WIB, lalu lintas di Jl Pramuka, yang menjadi batas antara Jakarta Timur dan Pusat, sangat padat. Kandaraan yang mengarah ke Matraman berjalan merayap, termasuk di jalur TransJakarta. Banyaknya mobil dan motor yang m
    Read More

Author

Search

Recent Post