• 13

    Sep

    Tiket Rp 200 Ribu

    Seperti para perantau lainnya, saya pun menyempatkan diri untuk mudik pada lebaran tahun ini. Namun, saya memilih pulang kampung setelah hari raya Idul Fitri, supaya sepi sedikit. Entah kenapa, tahun ini agak malas untuk berdesak-desakan ataupun bergelut dengan kemacetan di jalan raya. Sabtu (3/9), seorang teman memberi kabar yang mengembirakan. Tiket kereta api kelas eksekutif jurusan Yogyakarta dan Solo dari Jakarta dijual sangat murah. Rp 200 ribu. Teman saya itu tidak menunggu waktu lagi untuk merogoh kocek dan membeli tiket. Orang yang tidak mudik pun pasti tidak percaya harga tiket KA turun drastis. Musim lebaran, sesuai tradisi, tiket KA pasti melambung tinggi. Pada lebaran tahun ini, tiket KA ke Yogya/Solo tembus Rp 600 ribu. Harga tiket lebaran biasanya konstan hingga tujuh ha
    Read More
  • 11

    Sep

    Menelusuri Jejak PD II ke Morotai (1)

    Hari masih pagi buta. Habis makan sahur, saya dan teman-teman yang ikut menteri PDT ke Maluku Utara menaiki mobil ke Pelabuhan Tobelo, Halmahera Utara, awal Agustus 2011 lalu. Di sana sudah ada speedboat yang menunggu. Penyeberangan memang harus dilakukan sebelum fajar menyembul. Alasannya, kalau makin siang, ombak di laut pasifik sangat tinggi, dan itu berbahaya bagi kapal-kapal kecil. Tidak lama berselang, tibalah mobil di pelabuhan. Karena masih pagi, pintu ke ke pelabuhan kecil itu masih ditutup. Terpaksa lewat jalan memutar. Setelah itu menyusuri jalan kayu di atas air menuju speedboat. “Awas hati-hati. Perhatikan tangga masuk perahu,” kata pemilik speedboat sambil memberikan sorot lampu senter sebagai penuntun penumpang masuk ke dalam speedboat-nya. Dengan mata terk
    Read More
  • 19

    Aug

    Bertemu Prof Janet Steele

    Tiga hari pertemuan, masing-masing kurang lebih 3,5 jam sehari, rasanya memang belum cukup. Masih banyak ilmu yang bisa ditimba dari seorang Prof Janet Steele, dan, tentu saja untuk lebih dekat mengenalnya. “Namun, Saya tidak terlalu enak kalau ada yang bilang mau menimba ilmu dari Saya, karena kita sama-sama belajar,” ungkap Janet saat sesi perkenalan dengan peserta training jurnalistik naratif (narrative journalism) selama 3 hari di @america, Pusat Kebudayaan Amerika Serikat (AS), di Mal Pacific Place, pertengahan Agustus ini. Kesan pertama saat bertemu dengan Assosiate Professor of Journalism at The School of Media and Public Affair at George Washington University ini adalah wanita yang ramah dan murah senyum. Janet juga seorang yang demokratis, namun amat menekankan kedis
    Read More
  • 16

    Jul

    Koran Cepat Detikcom

    Jumat petang, (15/7), kemarin, beberapa reporter dan redaktur detikcom yang berada di ruangan baru menyerbu ke meja Pemimpin Redaksi Pak Budiono Darsono. Di tangan Pak BDI, biasa ia disapa, tampak sehelai surat kabar lama. Koran itu lah yang menjadi pusat perhatian. Namanya detikcomSiang. Hampir seluruh awak redaksi penasaran dengan koran itu, kecuali tentu saja generasi awal detikcom. Bahwa pada perjalanannya, ternyata detikcom pernah melahirkan koran. Jadi menurut cerita empunya detikcom itu, koran detikcom pernah terbit pada tahun 2001. Jumlah halamannya, kalau saya tidak salah mendengarkan, 8 halaman. Koran terbit dua kali sehari, yakni pada siang dan sore hari. Saat itu, Pak BDI cuma menunjukkan detikcomSiang koleksinya. Harga koran tersebut Rp 900. Di atas judulnya ada tagline,
    Read More
  • 15

    Jul

    Cinta Kantor Lama

    Untuk pertamakalinya, kantor Wakil Presiden akan dipindahkan ke kompleks Istana Negara. Wapres akan menjadi satu atap dengan Presiden di Jl Medan Merdeka Utara. Selama ini, mungkin sejak era Muhammad Hatta, Wapres berkantor di sebuah bangunan berarsitektur Belanda di Jl Medan Merdeka Selatan. Menurut sejarah, bangunan menghadap ke Monunen Nasional itu adalah bekas istana Perdana Menteri Hindia Belanda bernama Woonhuis. Bangunan tersebut didirikan tahun 1920. Tidak semegah Istana Negara, Istana Wapres hanya terdiri dari dua bangunan berukuran sedang. Satu untuk ruang kerja Wapres, satu lagi untuk pertemuan dan rapat-rapat besar. Kedua bangunan itu ditunjang oleh dua bangunan baru untuk para pegawai Sekretariat Wapres. Mengenai kepastian status, banyak orang yang menyebut Kantor Wapres
    Read More

Author

Search

Recent Post